Senin, 08 November 2021

Mengembangkan Minat dan Bakat melalui Dunia Digital

Pertemuan ke-3
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital Grup 6 ( GMLD6 ) Angkatan I.
Jum'at 5 November 2021.
Materi                : Mengembangkan Minat dan Bakat melalui Dunia Digital.
Narasumber       : ayah Aris Ahmad Jaya.
Moderator          : Ms. Phia, pro native.

Apa yang dimaksud dengan Minat ? 
Minat adalah : kecenderungan rasa suka yang tinggi  terhadap sesuatu.

Apa yang dimaksud dengan bakat (aptitude ) ?
Pengertian bakat adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dimana kemampuan tersebut sudah melekat dalam dirinya dan dapat digunakan untuk melakukan hal hal tertentu dengan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan orang biasa.

Minat dan bakat merupakan dua hal yang berbeda, namun saling menguatkan. Kombinasi dan kolaborasi yang baik diantara keduanya akan mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang luar biasa. Merupakan kata pengantar kegiatan ini.

Bakat jika tidak diasah, walaupun bakat itu luar biasa, akan tiada punya kekuatan si pemilik bakat tersebut tanpa dia tahu dan diasah bakat yang dia miliki, yang kelak akan membawanya mencapai kesuksesan.

Narasumber kita Bapak Aris Ahmad Jaya sesungguhnya seorang Dokter Hewan, namun kini sebagai seorang motivator yang handal dan keahliannya yang sangat memukau.

berikut pemaparannya.
Narasumber memulai materi inti dengan penyamaan persepsi tentang pengertian “bakat”. Bakat adalah kemampuan bawaan seseorang yang akan muncul jika diasah, diasih dan diasuh. Bakat bukan sekedar kemampuan. Orang yang mampu melakukan sesuatu, namun orang tersebut tidak dapat menikmatinya, maka itu tidak dapat dikategorikan sebagai keberhasilan. Itulah wujud bakat tanpa minat.

Jika anda kesulitan untuk menemukan bakat anda, silahkan diklik kolom pencarian di internet gratis..tis...tis, yaitu ; https://temubakat.com/, semoga anda menemukan bakat anda yang tersimpan dan perlu anda asah, asih dan asuh agar menjadi kekuatan anda dimasa depan dalam meraih kesuksesan anda.




Selanjutnya, untuk mengembangkan bakat digital, dapat dilakukan melalui Langkah 4T (Titi, Tambah, Temu, dan Tuntaskan).

  • Langkah pertama "titi " Mengamati, melihat, dan menemukan jenis konten konten ataupun tokoh yang ada di dunia digital, Facebook, Youtube, Blog, dan lain-lain.
  • langkah “tambah”, yaitu menambah atau memodifikasi. Keunikan inilah yang menjadi ciri khas kita, membedakan karya kita dari orang lain, yang akhirnya mengantarkan kita menjadi orang terkenal.
  • langkah ‘temu”. Artinya, Ketika telah menemukan potensi dalam diri kita, kita juga menemui orang-orang yang dapat memoles potensi kita. Kita perlu belajar banyak dari orang-orang hebat agar potensi kita tergali dengan sempurna. Contohnya kita bisa belajar dari Om/ayah Jay membuat Blog/menulis.
  • Langkah terakhir adalah “tuntaskan”. Karya yang telah dimulai harus diselesaikan agar wujudnya dapat dilihat dan dinikmati. Karya kita menjadi nyata, dan dapat menjadi jejak digital bahwa kita pernah ada. Yah, misalkan membuat buku atau karya-karya yang lain ( film, karya sastra, seni sastra, seni rupa dan lain-lain )

Sebagai guru motivator yang menggerakkan literasi digital, berikut trik yang dapat kita pedomani.

  1. Jadilah orang yang bisa diterima, yaitu orang yang hidup pada masa kini, bukan yang hidup pada masa lalu;
  2. Jadilah orang yang menyenangkan agar orang menjadi senang;
  3. Ikhlas memberi karena orang mengingat kita saat kita memberi, bukan saat kita menerima;
  4. Lakukan yang terbaik, karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah hidup;
  5. Cintailah apa yang kita kerjakan, dan kejakan apa yang kita cintai, kemudian lihatlah keajaiban yang terjadi. 
Berikut Video materi nya, silahkan dilihat.
https://youtu.be/cO3g29ZmvME



Demikianlah, yang bisa saya rangkum dari materi yang disampaikan, jika ada kesalahan menampilkan link ataupun gambar serta video, mohon maaf, silahkan gunakan browser pencarian anda masing-masing.
Terimakasih semoga bermanfaat.

Resume ke-3
Widy Kaneko Putro, SMP Negeri 194 Jakarta
Peserta GMLD6


Jumat, 05 November 2021

Konsep Buku Non Fiksi


Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke-15 Gel 21 - 22
Materi                : Konsep Buku Non Fiksi
Narasumber       : Bunda Musiin, M.Pd
Moderator          : Ms. Phia

Jum'at, 05 November 2021
Biodata Narasumber

Curriculum Vitae

Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 .

Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan  sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun 1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.

Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.

Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri

Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang

1.    Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia Surabaya.

2.    Pemberian bantuan pangan bagi masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama dengan World Food Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo

3.    Pemberian bantuan susu bagi anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam Departemen  Pertanian Amerika Serikat.

4.    Pelatihan Sekolah Ramah Anak  bagi guru-guru SD di Kabupaten Sampang bekerja sama dengan UNICEF.

5.    Pendidikan  lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur.

6.    Pengadaaan perpustakaan kampung, dan toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN WFP.

Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.

 

Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut:

1.    Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z

2.    Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)

3.    Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)

4.    Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)

5.    Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji

6.    Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.

7.    Menulis Artikel populer di majalah online

 

 

Editor Buku

1.    Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)

2.    Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)


Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.Bunda Iin adalah peserta Belajar Menulis asuhan ayah Jay, bunda gelombang ke-8. Pada saat itu dengan kesembilan rekannya ditantang oleh Prof. Eko untuk membuat buku, Bunda dan rekan-rekannya bisa membuktikan dengan membuat buku dan menerbitkannya dengan Judul " Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi, dan buku tersebut bertengger di Gramedia secara offline dan online.  


Namanya penulis pemula saat Bunda Iin memulai karirnya yang semula hanya menulis tugas-tugas kuliah dan tugas dinas, pastinya sama dengan kita ada ketakutan untuk melakukannya.

Bunda Iin menuturkanketakutan beliau seperti ini :

  • Takut tidak ada yang membaca
  • Takut salah menyampaikan pendapat melalui tulisan
  • Merasa karya orang lain lebih bagus. 
Awalnya Bunda Iin hanya duduk berjam-jam didepan laptop, bingung mau nulis apa, akhirnya Bunda ikut kelas ayah Jay, dan bertemu dengan Prof. Eko, ternyata kelas menulis itu menyenangkan. Dari awal punya blog sebagai syarat menjadi peserta menulis di kelas ayah Jay, akhirnya bunda jadi sering menulis resume dengan rasa senang. Nah teman teman teman jangan jadikan membuat resume sebagai tugas yang berat atau menakutkan sehingga terbawa dalam mimpi😄😄😄 saking takutnya sama resume. Justru inilah awal kunci 🔑 kesuksesan kita.


ini adalah buku rujukan Bunda Iin untuk kita para penulis pemula.
Menurut Bunda ketrampilan berbahasa yang paling sulit adalah menulis, menulis tidak semudah berbicara ataupun bergosip, untuk itu agar memiliki ketrampilan menulis maka lahirlah kelas Menulis asuhan ayah Jay bekerjasama dengan PGRI, agar para guru yang digaji murah bisa membuat dan menerbitkan buku yang pada akhirnya akan menambah pundi pundi baginya maupun keluarganya.

Setiap penulis memiliki alasan untuk menulis yang berbeda-beda, dan itu harus kita miliki untuk bisa menjadi penulis yang baik yang akan membuat dan menerbitkan buku. 
Bunda Iin memiliki alasannya, yaitu :
  • Mewariskan ilmu lewat buku
  • Ingin memiliki buku sendiri yang terpajang di toko buku besar baik secara offline maupun online
  • Mengembangkan profesi sebagai guru (pengembangan diri ).
Bunda Iin mengapa ingin menjadi penulis, inilah kutipan yang dijadikan alasan bunda untuk menjadi penulis.
kutipan dari Pramoedya Ananta Toer.
dan ini kutipan dari Imam Ghazali,


Sekarang kita masuk ke dalam materi Konsep Buku Non Fiksi.
Ada tiga pola menurut Bunda Iin, yaitu :

1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).
Dalam bukunya bunda Iin, " Literasi Digital Nusantara memiliki pola ketiga yaitu Pola Klaster. 

Dalam menulis buku non fiksi, memiliki proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka

Dalam menentukan tema, biasanya untuk non fiksi hanya memiliki satu tema, seperti Tema Parenting, Pendidikan, Motivasi, dll
Kita bisa memilih tema yang kita sukai dan menjadi passion menulis.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya ; Pengalamn pribadi, Pengalaman orang lain, berita di media massa, Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram, Imajinasi, Mengamati lingkungan, Perenungan, Membaca buku.

Selain hal tersebut diatas, kita memerlukan " referensi berasal dari data dan fakta " yang diperoleh dari literasi di internet. 
Referensi terdiri dari :
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Dalam bukunya Literasi Digital Nusantara, dibuat kerangkanya berdasarkan ajuan kepada Prof. Eko dan disetujui untuk dilanjutkan dalam bentuk penulisan, kerangkanya sebagai berikut :
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Begitulah bunda Iin menuliskannya kedalam daftar isi.

Dalam bukunya tersebut bunda Iin juga meminta nasehat dari bapak Yulius Roma Patandean dalam channel beliau, berikut linknya, silahkan di klik👇👇

https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be

dari link diatas yang  kita dapat adalah tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Berikut ini anatomi buku non fiksi.

 Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Langkah kedua

Menulis Draf

1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga

Merevisi Draf

1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah

Langkah keempat 

Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma

Pertanyaan yang muncul pasti apakah tidak ada hambatan ketika menulis? Banyak sekali Bapak Ibu hambatan yang menghadang.

Hambatan-hambatan dalam menulis 

1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

Bagaimanakah cara mengatasinya?

1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

Demikianlah paparan pengalaman sekaligus materi yang disampaikan bunda Iin. Seperti biasa saya tidak menuliskan pertanyaan peserta Belajar Menulis Di Blog.
Jika ada yang ingin bertanya, silahkan ikut kelas seperti kami, atau silahkan bertanya di blog Om Jay, atau jika berhubungan langsung dengan narasumber silahkan lihat biodata dan no contak yang bisa dihubungi.

Intinya adalah, Menjadi penulis yang baik, memerlukan proses kematangan dalam menulis apapun, cerpen, novel, fiksi, non fiksi, artikel ataupun blog, dan kita perlu amunisi juga seperti belajar di kelas menulis, membaca buku karya orang lain, tentukan passion menulis kita, dan kita harus berjuang melawan Writers Block, jangan pernah takut menulis dan takut tidak dibaca orang lain, anggaplah satu orang tidak mau membaca akan tumbuh seribu pembaca yang akan membaca tulisan kita, terimakasih💗 Salam Blogger Indonesia, banyak tulisan indah untuk anda.

Resume ke-15
Widy Kaneko Putro, S.Pd
SMP Negeri 194 Jakarta
Gel.21
CBI 2022.





 

Rabu, 03 November 2021

Menulis Buku Terbaik Perpusnas.


Pertemuan ke-14
Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Rabu, 03/11/2021
Materi                    : Menulis Buku Terbaik Perpusnas
Narasumber           : Mudafiatun Isriyah
Moderator              : Aam Nurhasanah


Diawali dari belajar menulis di Grup Menulis Gel 4 , dari Guru Kita sang Blogger nasional Om Jay....saya mengikuti langkah Beliau, untuk menulis....

 Apa menulis itu?
Menulis merupakan keterampilan untuk menuangkan ide dan gagasan secara tertulis
Menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada pengembagan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik.
Bagaimana cara membuat Teks deskripsi dari awal?
Cara Membuat Teks Deskripsi dari Awal
Memilih dan menentukan objek yang akan dibahas.
Menentukan maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi.
Mengumpulkan sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara terperinci.
Menyusun kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.

Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif pada zaman Mesir Kuno.
Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.
Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah diterbitkan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

Gagasan merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Topik disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau pengetahuan.Sebuah topik berkaitan dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis.

Tuturan merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.

Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu tulisan. Tatanan merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan menulis.

Wahana dapat berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. wahana merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis.  Banyaknya wahana yang digunakan selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah kata yang diketahui oleh penulis

 TUJUAN menulis.

Menulis secara umum memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi. Menulis dengan tujuan menjelaskan bermakna bahwa tulisan memberikan suatu informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi. Sementara itu, menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya. Sedangkan menulis untuk meyakinkan pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat dengan gagasan yang tertulis

TINGKATAN menulis.

Menurut tingkat keseriusannya??
Kegiatan menulis serius merupakan kegiatan menulis yang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi disertai dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Salah satu contohnya adalah menulis karangan. 

Menulis santai
Merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat.

 FAKTOR PENGHAMBAT

Kegiatan menulis umumnya terhambat akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang ditulisnya. Bentuk keraguan menulis ini terbagi menjadi kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan terbagi lagi menjadi kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. Sementara itu, kehabisan gagasan umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh penulis.Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan.

Tentunya selain sklii yg hrs di latih, saya kenalkan apa yg namanya NOVELTY  menurut bunda Fia.
Apa itu Noverlty?
Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Mengharamkan Plagiasi.

Demikianlah paparan dari bunda Mudafiatun Isriyah, dapat saya tarik kesimpulan, yang pada awal sebelumnya selalu para Narasumber menuliskan bahwa tulis saja apa yang ingin kita tulis, biarkan ide mengalir menjadi tulisan, endapkan beberapa hari, kemudian sambil menunggu kita refreshing atau membaca buku untuk menghindari writers block, barulah kita edit, menulislah menjadi passion kita, tulislah sesuai genre yang kita suka, jangan pernah putus asa menulis, tidak semua pembaca menyukai tulisan kita, tidak sedikit pula yang butuh tulisan kita, jangan ragu apa yang telah kita tulis, tulislah sesuai kaidah dan aturan yang benar, jika sudah dijalur yang benar, pastilah tulisan kita dibaca oleh penggemar tulisan kita, terus berproses menjadi bagian dari karya kita menuju penulis terbaik dan meninggalkan jejak digital sepanjang masa.

Resume ke-14
Jakarta, 3 November 2021
Widy Kaneko Putro, S.Pd
SMP Negeri 194 Jakarta
Cablog Indonesia 2021
Pelatihan Menulis Di Blog Gel 21
10.000 GMLD6.


Yuk Kelola Jejak Digital Yang Baik


Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital
Materi                            : Yuk Kelola Jejak Digital Yang Baik
Narasumber                   : Dedi Dwitagama
Moderator                      : Helwiyah

Pertemuan ke-2
Rabu, 3/11/2021

Berikut link Podcast ayah Dedi

https://open.spotify.com/show/682AwWJf6kp1X8GfdJumED?si=56f21efb6b9d4d91

Pada kesempatan ini ayah Dedi bertanya kepada peserta dikelas GMLD6, siapa nama guru/dosen anda dari TK sampai Perguruan tinggi yang berkesan, silahkan chat di grup wa, saya ikut chat di wa GMLD6 saya katakan Pak Dadang, guru Matematika di SMP , ngajarnya cuek banget dan nyantai, "maaf" sambil menerangkan dia merokok, karena waktu itu belum ada larangan merokok didalam kelas, karena dengan cara itu kesan saya sampai saat ini tidak menguasai matematika, makanya saya mengambil kuliah jurusan Bahasa Inggris.

Materi kali ini hanya tanya jawab, jika jawaban dari ayah Dedi cukup panjang, maka ayah hanya menjawab menggunakan voice note, jadi mohon maaf tidak bisa dikarenakan belum dapat teknik copas voice note ke dalam blog.

Intinya karena waktu yang terbatas,  " Bagaimana kita mengelola jejak digital ? " yaitu buatlah karya, karsa dan rasa yang bsa menjadi sumber pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi generasi yang akan datang di era digital, maka kelolalah jejak digital karya, karsa dan rasa kita dengan menggunakan media media digital yang ada di saat ini, dan teruslah menggali potensi yang ada pada diri kita yang bermanfaat bagi orang lain dimasa kini dan yang akan datang. 

Demikianlah resume yang saya buat, semoga bermanfaat bagi readers semua yang mampi di blog saya. Terimakasih, salam Blogger Indonesia, bergerak dan menggerakkan Literasi bagi dunia pendidikan kita melalui Literasi bagi kemajuan peserta didik kita dimasa depan.

Resume ke-2
Widy Kaneko Putro. S.Pd
SMP Negeri 194 Jakarta
Belajar Menulis Di Blog Gel.21
GMLD6 2021



 

Senin, 01 November 2021

Mmbangun Digital Space Yang Aman untuk Anak.


 

Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital






https://youtu.be/hUdAcgYD5X8 Link Video Membangun Digital Space Yang Aman untuk Anak, silahkan diklik untuk menonton persembahan ayah Jay.
Berikut Link biodata ayah Jay.
https://wijayalabs.com/about 

Materi ini sebenranya sudah pernah saya tuliskan di kompasiana.com/wijayalabs, tapi buat anda yang kesulitan akses internet, mungkin link ini bisa anda simpan dan baca, https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6111607f6e7f01435744e732/membangun-digital-space-yang-aman-pada-anak?page=all#sectionall

Ada 4 hal dalam literasi digital yang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada peserta didik kita, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital


Coba lihat link ini, dan lihatlah.
https://literasidigital.id/video-literasi-digital/

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website https://literasidigital.id

Web Rujukan Digital Parenting
• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital 
yang dapat di unduh secara gratis)
• Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang 
sehat)
• Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu
parenting)
• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting
• beinternetawesome.withgoogle.com

Seabiknya kita mulai, 
• Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti
nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat
rumah
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak
masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link
sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah
diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan
menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk
mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat
kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk
kejahatan di ruang digital

Kesimpulan:  • Orang tua harus sebagai rule model

• Dampingi anak saat mengakses internet
• Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget
• Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan
• Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi digital
• Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak dalam ruang digital

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Literasi Digital yang mengangkat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills)

Membangun Digital Space yang Aman Untuk Anak harus dimulai dari kita sebagai orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita harus mulai menanam pohon pendidikan.
Inilah Pohon Pendidikan.


Pohon pendidikan itu berakar moral dan agam, Berbatang Ilmu pengetahuan, berdaun tali silahturahim dan berbuah kebahagiaan. hal itu harus dimulai dari pendidikan dalam keluarga kita.

Demikianlah resume 1 saya tulis dan rangkum, meski tak sempurna, inilah upaya saya untuk My readers saya tercinta semoga bermanfaat.

Resume I
Widy Kaneko Putro, S.Pd
SMP Negeri 194 Jakarta.




Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan.


Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke-13 Gelombang 21 & 22
Senin, 1 November 2021
Narasumber                        : Susanto, S.Pd.
Moderator                           : Rosminiyati

Selamat malam, salam Blogger Indonesia.
Malam ini udara cukup sejuk usai turun hujan membasahi hari yang sempat panas, angin yang berhembus terkadang menggoda kita untuk merapatkan kelopak mata kita menuntun kita ke peraduan merebahkan diri dari kepenatan diawal hari dibulan November.      
Kita kembali belajar dan menepis rasa kantuk untuk menuju kesuksesan menjadi penulis dan menerbitkan buku solo.
Malam ini Narasumber kita ayah Anto saya panggil demikian saja. 

BIODATA SINGKAT 

Nama lengkap : Susanto Nama Komunitas : Pak D Tempat, tanggal lahir : Gombong Kebumen, 29 Juni 1971 Jenis kelamin : Laki-Laki Pekerjaan : Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan Pendidikan : S1 Pend. Bhs. Indonesia, S1 Pend. Guru SD Alamat lengkap : Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo, Kec. Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan 
Nomor HP/WA : 081373353014 
Alamat blog pribadi : www.blogsusanto.com 
Akun media sosial : a. Facebook: https://www.facebook.com/Susantomusirawas/ b. Twitter: @antok_eni c. Instagram: @susanto_eni 
Belum memiliki Buku Solo, kecuali: (2020) https://blogsusanto.com/sedikit-demi-sedikit-lama-lama-menjadi-buku/ Belajar Menulis di Buku Antologi 1. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi (2020) 2. Senandung Guru I bersama Ibu Rita Wati & Bu Kanjeng Sri Sugiastuti (2020) 3. Jejak Digital Motivator Andal bersama Bu Kanjeng Sri Sugiastuti (2020) 4. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger bersama Bu Noralia Puspa Yunita, dkk. (2021) Praktik Menjadi Editor 1. Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020. 2. Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021. 3. Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021. 4. Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021. 5. Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021. 6. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021. 7. Purwakarya Literasi, Antologi Grup 18 (2021) 
Komunitas Menulis 
1. Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional) https://lagerunal.blogspot.com/ https://chat.whatsapp.com/BYZmwXHWnnD4Mq5i3xHG8r 
2. AISEI Writing Club Daftar jadi member: https://www.aisei.id/subscription-plan/ 
3. Rumah Virus Literasi 
4. Beberapa Grup Menulis besutan Omya Wijaya Kusuma

 Alumnus BMMWABO&PGRI G-15

Belajar Menulis melalui WA Bersama Omjay & PGRI Gelombang 15

Pada saat itu (Belajar di G-15) seingat saya belum ada materi Proofreading

Setelah membaca, menyimak, dan/atau menyaksikan video tentang proofreading dan Pediman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, peserta KulWa dapat:
1. Menjelaskan pengertian proofreading
2. Menjelaskan hal-hal yang menjadi objek proofreading 
3. Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya.

Apa itu Proofreading ?

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Kesalahan yang dimaksud adalah : Penggunaan tanda baca ; ejaan ; konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah hingga pemenggalan kata, tidak hanya itu, juga logika sebuah tulisan apakah sudah masuk diakal atau belum.

Proofreader ( sebutan orang yang bekerja sebagai proofreading ), bertugas bukan hanya yang disebutkan diatas, melainkan juga dapat mengenali :
  • Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak.
  • Susunannya sudah tepat atau belum
  • Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak
Mengapa harus melakukan Proofreading ?
Proofreading merupakan aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan/dibagikan. Dengan kata lain kita melakukan Proofreading setelah tulisan diselesaikan.
Lakukan proofreading HANYA DAN HANYA JIKA tulisan sudah selesai, naskah buku sudah selesai.
Para Guru Menulis, selalu menasehati " Tulis saja, jangan pedulikan teknis, salah ngga papa mumpung ide  masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing ". 
Lakukan proofreading setelah naskah diendapkan beberapa "saat " ( "saat" hitungan jam/hari ) agar dapat objectif. Jika proofreading dilakukan oleh penulis setelah diendapkan, maka ketika melakukannya ia bertindak sebagai Calon Pembaca ( Capem).

Berikut langkah-langkahnya.
  • Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
  • Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
  • Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
  • Yang keempat
1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3.  Konsistensi nama dan ketentuannya
4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya
Berlaku untuk semua naskah. Termasuk tulisan di BLOG.

Cara mudah melakukan proofreading terutama pada ejaan.
  • Setelah tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau.
  • Baca tulisan pada jendela pratinjau
  • Jika ada kesalahan penulisa, blok kata yang salah lalu di copy
  • Setelah itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F
  • Tempelkan salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
  • Akan muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol simpan atau CTRL + S
  • Buka jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5
Demikianlah sedikit resume yang berhasil saya rangkum, untuk sesi tanya jawab tidak saya resume, karena saya hanya ingin menyampaikan resume untuk kita dapat mempelajarinya, jika ada dari resume saya yang mau ditanyakan, silahkan langsung kunjungi wa, IG atau FB beliau miliki.

Akhir kata sama seperti kita lakukan kepada peserta didik ketika mereka mengerjakan ulangan, selalu kita ingatkan untuk periksa kembali jawaban yang kita buat, apalagi jika itu guru Bahasa, pasti lah kita juga menerapkan proofreading kepada peserta didik kita tanpa kita sadari itu sudah kita lakukan sama seperti malam ini kita mengetahui apa dan bagaimana serta fungsi dari proofreading ini, semoga bermanfaat.

Resume ke-13.
Widy Kaneko Putro, S.Pd.
SMP Negeri 194 Jakarta
Gelombang 21.

Yuk Cegah Cyber Bullying

Pertemuan ke-4 Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital Grup 6 ( GMLD6 ). Senin, 8 November 2021. Materi                         : Yuk Cega...